• Home » Food » Featured Reviews
    • Casa: Honey, Let’s go Home
    • 14 years ago by Dina Indrasafitri
    • 1824 Hits
    • courtesy of SG/Casa

      Terkadang sulit sekali menemukan tempat yang nyaman untuk bersantai atau bekerja - terutama bila anda bekerja freelance di luar kantor. Banyak tempat yang seolah mengharuskan anda melakukan kegiatan tertentu, memakai pakaian tertentu, bahkan memesan makanan tertentu, bila anda ingin berlama-lama di sana. Tidak begitu dengan Casa, tempat ini begitu ramah dan santai dalam pembawaannya, tanpa kehilangan kualitas serta keanggunannya. Di sini, anda seolah-olah berada di rumah sendiri yang membebaskan anda untuk bersantai, bekerja, bersantap, atau sekadar menghirup secangkir kopi. Tidak heran, tempat ini menyandang nama Casa, yang berarti ‘rumah’ dalam bahasa Italia. Dari luar, Casa bahkan tidak terlihat seperti kafe atau restoran, melainkan lebih menyerupai toko furnitur ataupun rumah seseorang. Berbagai perabotan serta dekorasi bergaya retro khas tahun 1950-an menjadikan tempat ini unik sekaligus lapang dan ringan. Jendela-jendela besar dengan kerai tipis membiarkan cahaya dari luar masuk saat siang hari dan memberikan pemandangan nyaman untuk mereka yang melihat Casa dari luar. Seluruh perabotan di sini memang benar-benar perabotan dari masa lampau yang direstorasi kembali, lho! Jadi masing-masing memiliki ‘kisah’nya tersendiri. Makanan yang ada di Casa ditangani oleh Flavors of William, nama yang sudah tidak asing lagi di dunia kuliner Jakarta. Untuk Casa, Flavors of William merangkai menu yang benar-benar cocok dengan suasana tempat tersebut. Jenis makanannya membuat kita nyaman menyantapnya tanpa harus kerepotan menggunakan alat ini-itu dan mengerutkan kening untuk menebak kira-kira seperti apa makanan yang akan diantarkan pada anda nantinya. Kebanyakan hidangan yang tersedia berkisar seputar sandwich, sup serta berbagai pasta. Ambil contoh Grilled Chicken Sandwich-nya yang mengenyangkan dan dikemas sedemikian rupa hingga mudah dimakan. Roti pitta yang membungkus sandwich ini tebal dan tidak memudahkan isi sandwich untuk ‘tumpah’. Sayuran yang mengisi sandwich masih segar dan renyah saat digigit. Roti serta sayurnya memang cenderung tidak terlalu bermain rasa, namun lain halnya dengan ayam panggang khas Flavors of William yang menjadi inti hidangan ini. Rasa gurihnya menjadi penyeimbang yang jitu untuk keseluruhan sandwich tersebut. Lain lagi dengan Chocolate Melt khas Casa. Sungguh menghanyutkan dessert yang satu ini. Rasa manis dan pahit coklat dengan tekstur yang pas di lidah membuat kita tidak berhenti mengayunkan sendok untuk menandaskan sampai ke remah-remahnya, dan menggoda kita untuk memesan satu porsi lagi! Mereka yang tidak terlalu suka makanan manis pun bisa saja menyukai hidangan ini. Casa juga menyediakan cocktail bar yang bersifat casual dan memiliki pilihan cocktail yang cukup lengkap. Beberapa andalan terbaru yang meluncur dari bar Casa adalah Plum Sykes – campuran Raspberry Vodka, Crème de Cassis, buah Plum, serta beberapa bahan lainnya – yang agak asam dan membuat mata ‘melek’, serta Le Femme – cocktail bercitarasa kopi yang cukup smooth. Casa adalah salah satu tempat berkonsep unik dan itulah yang nampaknya digemari oleh mereka yang telah benar-benar menganggapnya sebagai ‘rumah kedua’ mereka. Banyak yang telah jatuh cinta pada tempat ini, akankah anda menjadi yang selanjutnya?
    • TAGGED: