• Home» Food » Promotions

  • Java Jazz 2009 Artist Highlights
    Promotions will end on : 2009-03-08

    BRIAN McKNIGHT

    Kebanyakan orang mungkin hanya mengenal Brian McKnight sebagai pelantun lagu balada seperti "One Last Cry" dan "6, 8, 12". Sebenarnya musisi yang sering menerima nomasi Grammy ini juga merupakan penulis lagu, arranger, produser, dan multi-instrumentalist (ia handal bermain piano, gitar, bas, drum, perkusi, trombon, tuba dan trompet).

    Adik dari Claude McKnight (anggota Take 6, grup vokal yang disebut bahkan membuat Boyz II Men bergidik) ini telag merilis 7 album yang diterima baik di pasaran, dan berkali-kali menerima nominasi (dan beberapa kali memenangkan) penghargaan AMA, Grammy, BET, Image, MTV Video Music Awards dan Soul Train. Pastinya kehadirannya di Jakarta International Java Jazz Festival 2009 akan membuat pertunjukan menjadi semakin SPECIAL.

    DAVE VALENTIN

    Tidaknya banyak musisi jazz contemporer dan latin yang sejago Dave Valentin. Selama hampir 20 tahun, ia gigih mengukuhkan posisi alat musik flute dalam kancah musik Latin Jazz. Bukan hanya musisi yang berbakat, ia juga komposer, arranger dan band leader yang handal. Konon, salah satu elemen yang menjadikannya musisi yang sukses adalah semangatnya untuk menyerap beragam genre musik untuk memperkaya musiknya. Tidak heran ia telah beberapa kali menerima nominasi Grammy Award dan terlibat dalam 15 album.

    SWING OUT SISTER

    Duo asal Britania Swing Out Sister mendobrak chart musik dunia dengan lagu "Breakout". Pada tahun 1986, ketika singe tersebut dirilis, langsung melesat ke posisi nomor 4 tangga lagu Inggris dan nomor 6 di Amerika Serikat. Menggabungkan unsur jazz, electropop, amalgamasi trompet, synth, drum, debut album mereke yang bertajuk "It's Better to Travel" langsung menjadi album yang worth noting.

    Pernah juga dinominasikan untuk menerima penghargaan Grammy, Swing Out Sister terdiri atas Corrinne Drewery (dengan rambut bob-nya yang khas) dan Andy Cornell. Dalam beberapa tahun, grup ini pun merilis daftar panjang album yang tidak kalah sukses, termasuk "Kaleidoscope World", "Get In Touch With Yourself", "The Living Return", "The Big Elsewhere", "Shapes and Patterns", "Swing 3", "The Best of Swing Out Sister", "Filth and Dreams", "Somewhere Deep in the Night", "Cafe Orange � The Best of Swing Out Sister", "Where Our Love Grows", "Live in Tokyo" and "Beautiful Mess" (2008).

    PEABO BRYSON

    Selain dikenal secara luas sebagai penyanyi untuk soundtrack film Disney seperti "Beauty and the Beast" serta "Aladdin", Peabo Bryson juga menghangatkan jiwa mereka yang jatuh cinta atau galau melalui lagu "Feel the Fire", "If Ever You're in My Arms Again", "Can You Stop the Rain" dan "Tonight I Celebrate My Love" (kolaborasi dengan Roberta Flack).

    Sepanjang ia berkarir di dunia musik, ia telah berhasil memenangkan dua Grammy Award. Baru-baru ini ia merilis "For Missing You", album keduapuluhnya.

    IVAN LINS

    Kalau saja Ivan Lins memutuskan untuk menjadi pemain voli profesional atau melanjutkan karir di bidang chemical engineering, sudah pasti dunia musik jazz (terutama di Brasil) akan kehilangan salah satu komposer, penulis lagu dan penyanyi brilian abad ini. Setelah berkarir selama 30 tahun, ia telah tampil bersama musisi jazz ternama seperti Ella Fitzgerald, Quincy Jones, Dianne Schuur, Toots Thielemans, Dave Grusion, Sergio Mendes dan Sarah Vaughan, serta merekam 27 album dan merilis 350 judul lagu.

    Beberapa lagu yang mengukuhkan eksistensinya dalam peta musik jazz dunia antara lain, "Love Dance", "Come�ar de Novo" dan "Velas I�adas". Karyanya bahkan mendapatkan pengakuan dalam bentuk tribute, bertajuk "A Love Affairs", sebuah album kompilasi yang melibatkan beragam musisi. Tahun 2009 adalah tahun yang istimewa untuk Jakarta International Java Jazz Festival, semakin istimewa dengan hadirnya Ivan Lins.

    JASON MRAZ

    "I'm yours". Sesuai dengan judul single Jason Mraz dari albumnya "We Sing. We Dance. We Steal Things" yang baru ia rilis di Amerika tanggal 13 Mei 2008, Jason will steal things pada kesempatan Jakarta International Java Jazz Festival 2009, yaitu mencuri hati pencintanya. Lahir di Virginia pada tanggal 23 Juni 1977, tidak hanya berwajah menarik, Jason Mraz berhasil merebut perhatian publik dengan lagu-lagu ciptaannya yang dinyanyikannya sendiri.

    Ruang jelajah musiknya berkisar antara reggae, pop, rock, jazz, hip hop, dan folk, membuat ia berkesempatan berkolaborasi dengan banyak musisi dari berbagai jenis musik, diantaranya James Blunt, James Morrison, Alanis Morissette, John Mayer dan Jewel. Jason Mraz juga menjadi pernah mendapat kehormatan bermain sebagai opening act untuk super grup Rolling Stones pada tur dunia mereka antara tahun 2005 - 2006. Ia memang sedang menuju ke puncak popularitasnya. Video clip-nya di televisi makin membuat penggemarnya ingin segera menonton pertunjukannya.

    MATT BIANCO

    Pada Jakarta International Java Jazz Festival 2009, Matt Bianco berjanji akan datang membayar hutang kerinduan fans-nya yang tertunda. Matt Bianco dengan menu rasa musik latin-jazz berbumbu ska dan soul akan membuat penontonnya bergoyang lewat lagu "Get Out of Your Lazy Bed", "Sneaking Out the Back Door", "Half A Minute", "More Than I Can Bare", "Dancing in the Street", dan "Don't Blame It on That Girl" yang mengangkat nama mereka di medio 80-an.

    DIANNE REEVES

    Dimanapun Dianne Reeves manggung, penonton akan langsung tercekat tanpa suara akan olah vokalnya yang luar biasa. Kemampuan bernyanyi Dianne Reeves merupakan perpaduan olah vokal dari Ethel Waters, Ella Fitzgerald, Carmen McRae, dan Sarah Vaughan. Penyandang gelar Doktor Kehormatan dari Berklee College of Music di Boston ini menjadi satu-satunya penyanyi wanita yang mampu meraih tiga Grammy Award berturut-turut (2001, 2002 dan 2003) untuk kategori "Best Jazz Vocal Performance".

    Album soundtrack "Good Night, and Good Luck" membuatnya memenangkan Piala Grammy 2006 yang keempat untuk kategori yang sama. Penyanyi jazz yang tinggal di Denver, Colorado ini adalah salah satu penyanyi jazz terbaik di dunia.

    Banyak penyanyi jazz wanita yang mengaguminya, dan manakala namanya disebut, mereka semua mengacungkan jempol dan amat merekomendasikan kehadirannya di Jakarta International Java Jazz Festival, karena sebagai salah satu festival jazz terbaik dunia, harus disinggahi penyanyi sekaliber Dianne Reeves.

    TAGGED: