• Home» Food » Promotions

  • Sate Asem Tanah Abang di Biztro Graffiti
    Promotions will end on : 2014-06-30

    Sebentar lagi ibu kota Jakarta akan merayakan hari jadi nya yang ke 487 pada tanggal 22 Juni 2014. Banyak acara digelar yang memamerkan seni budaya Betawi termasuk menu khas Betawi. Makanan tradisional Betawi tak lepas dari percampuran budaya antar etnik dan antar bangsa seperti Portugis, Belanda, Arab, India, Cina dan etnik nusantara lainnya. Interaksi ini melahirkan ragam cita rasa pada kuliner Betawi.

    Mulai tanggal 9-28 Juni 2014, Biztro Graffiti menyajikan 6 hidangan Betawi seperti :

    Soto Betawi

    Soto betawi memiliki citra tersendiri sebagai jajanan di ibukota. Hal yang berbeda dari soto betawi adalah adanya kuah santan. Rasanya sangat nikmat dan lezat dengan daging sapi/ayam dan irisan tomat segar. Bagi yang penasaran ada baiknya anda cicipi masakan ini.

    Nasi Ulam Kemayoran

    Sebagai pecinta kuliner Betawi pastinya sudah tak asing dengan nasi ulam. Nasi komplet yang biasa dijajakan pagi hari ini, ternyata juga enak dijadikan menu makan siang. Nasi ulam Betawi ini terdiri dari dua jenis. Nasi ulam versi basah yang banyak dijumpai di daerah Betawi perkotaan. Sedangkan yang kering ada di kawasan Betawi pinggiran, biasanya di pinggiran Jakarta. Biztro Graffiti kali ini menawarkan nasi Ulam versi kering yang pasti menggugah selera.

    Sate Asem Tanah Abang

    Hampir setiap wilayah Indonesia memiliki olahan daging bernama sate. Di Jakarta sendiri, ada menu sate Betawi sebagai salah satu kuliner khas daerah. Bila belum pernah mencoba sate asem betawi, jangan sampai ketinggalan untuk mencoba menu ini pada festival makanan Betawi di Biztro Graffiti. Sate ini terbuat dari daging sapi pilihan diiris-iris dan diberi gula merah kemudian diungkep dengan sejumlah bumbu dan dibakar. Rasanya asem manis dan gurih, dihidangkan dengan sambel khas Betawi.

    Gurame Pesmol Marunda

    Pesmol merupakan masakan khas Betawi dan juga Jawa Barat, belum diketahui dari mana asal-usul nama masakan yang unik ini, tapi yang jelas rasanya luarbiasa enak. Masakan ini bercitarasa gurih dan enak, hal ini didapat dari banyaknya penggunaan bumbu-bumbu khas yang sekaligus digunakan sebagai pengurang bau atau aroma amis dari ikan yang digunakan sebagai bahan itama masakan pesmol ini. Dari sekian banyak bumbu yang digunakan untuk mengolah masakan ini yang dominan adalah kemiri yang membuat citarasa gurih, serta kencur dan ketumbar yang mempengaruhi aroma masakan khas ini. Dan satu lagi yang paling terlihat dari tampilannya yaitu penggunaan kunyit yang menyebabkan saus berwarna kuning.

    Iga Bakar Condet

    Para pecinta hidangan iga, patut mencoba menu Iga Bakar Condet. Pada dasarnya iga dapat dioleh dengan bumbu apapun, karena rasanya yang gurih, ditambah dengan bumbu yang sederhana pun rasanya luar biasa lezat. Seperti pada sajian Iga Bakar Betawi ini yang menggunakan bumbu sederhana yaitu terdiri dari bawang putih yang dihaluskan kemudian direbus bersama dengan potongan iga sapi. Setelah direbus, iga kemudian dibakar dengan campuran bumbu kecap yang memperkaya rasa. Daging iga terasa lembut dicocol dengan sambal betawi dan nasi hangat.

    Ayam Panggang Jatinegara

    Kalau pernah berwisata kuliner di daerah Jatinegara, Anda pasti banyak menemukan rumah makan yang menyajikan menu Ayam Panggang atau Ayam Bakar. Sebetulnya menu ayam ini dapat ditemukan hampir diseluruh wilayah Indonesia, namun diolah dengan olesan bumbu khas dari daerahnya masing-masing. Kali ini, Biztro Graffiti menyajikan menu Ayam Panggang dengan cita rasa Betawi yang disajikan dengan oseng tempe cabe hijau dan tidak lupa sambal Betawi.

    Menu-menu khas Betawi ini dibandrol dengan harga mulai dari Rp 85.000 hingga Rp 115.000 per menu.

    TAGGED: Biztro Graffiti, Promotion, Kuliner Betawi, Mercure Simatupang Hotel, Jakarta