• Home » Food » Featured Reviews
    • Menikmati Teppanyaki Di Kahyangan
    • 7 years ago by Ryan Pratama
    • 5453 Hits
    • courtesy of danielfooddiary.com

      Dari namanya saja pasti sudah terbayang dibenak Anda seperti apa tempat ini. Berada di lantai 28, Wisma Nusantara, Thamrin, Jakarta Pusat, Kahyangan Teppanyaki Restaurant benar-benar menyajikan satu kesatuan sajian yang benar-benar sempurna. Yang pertama membuat restoran ini wajib Anda coba adalah letaknya yang cukup tinggi, serta berada di pusat Jakarta. Tak ayal Anda akan disajikan dengan pemandangan indah lampu gedung-gedung di daerah jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta dan juga pemandangan Bundaran HI dari atas.

      Pertama kali menginjakkan kaki di restoran ini, saya langsung disambut dengan sangat ramah. Hari itu saya berkesempatan untuk mencicipi menu Premium Set. Menu ini mempunyai 9 sajian yang terdiri dari appetizer, main course, hingga dessert. Pada kunjungan kali ini, saya ditemani oleh Chef Eri. Menu pembuka yang disajikan pertama kali adalah Zen Sai, yaitu dua jenis makanan pembuka seperti Chicken Babangi dan Springrol. Chicken Babangin merupakan makanan pembuka yang terbuat dari ayam dan beberapa sayuran seperti timun. Rasanya cukup menyegarkan, asam manis, nikmat dan benar-benar menggugah selera makan Anda.

      Setelah dua hidangan pembuka tadi, saya kemudian disajikan dengan Organic Mix Green Salad. Nah, salad yang satu ini diberi siraman Yuzu Soy. Dan benar saja, rasanya memang tiada duanya. Rasa asamnya benar-benar membuat Anda ketagihan. Sampai-sampai saya sulit menggambarkannya dengan kata-kata. Selera makan saya mulai panas, tetapi ternyata masih ada lagi Creamy White Miso Soup. Miso soup yang satu ini terbuat dari cauliflower. Rasanya manis dan sedikit ada rasa gurih.

      Ada yang istimewa dari restoran ini, yaitu sejak awal sajian pembuka, saya langsung dihidangkan dengan Rock Salt, Ponzu Sauce, dan Fresh Wasabi. Menurut Chef Eri, resep Ponzu Sauce di Kahyangan Restaurant sudah berumur hampir 40 tahun. Wow, resepnya ternyata tetap terjaga keasliannya sampai sekarang. Sedangkan Rock Salt-nya sendiri ternyata berasal dari Himalaya.

      Lalu tiba saatnya saya mencicipi main course yang pertama. Anda dapat memilih antara Pan Fried Foie Gras With Balsamic Teriyaki Sauce atau Pan Fried Scallop With Kani Sauce. Kalau saya memilih hidangan yang pertama. Tekstur hati angsa sangat lembut. Jika Anda gigit, isi dari hati tersebut seperti meleleh di dalam mulut. Ditambah dengan Teriyaki Sauce yang menambah kenikmatan hidangan ini. Foie Gras tersebut juga disajikan dengan potongan buah apel yang sudah di panggang terlebih dahulu, dan juga tambahan Strawberry Sauce yang semakin memperkaya rasa hidangan utama ini.

      Belum puas dengan Foie Gras, kemudian Chef Eri menyajikan hidangan selanjutnya, Live Canadian Lobster With Sea Urchin Sauce. Kalau dilihat dari namanya jangan Anda bayangkan bahwa saya disajikan lobster hidup-hidup untuk dimakan. Kalau yang satu ini, lobsternya memang masih dalam keadaan hidup saat akan diolah. Hal itu untuk memastikan kesegaran lobster yang akan kita makan. Dalam menggoreng lobster, Kahyangan Restaurant menggunakan minyak dari biji anggur, minyak tersebut dinilai lebih baik dari minyak manapun serta lebih sehat. Menu ini disajikan bersama dengan Urchin Sauce. Kalau menu yang satu ini benar-benar tidak boleh Anda lewatkan.

      Ini menu yang saya tunggu-tunggu. Steak dengan daging pilihan. Kebetulan saya memilih Tenderloin Steak Wagyu M9+. Dengan tingkat kematangan medium rare, steak ini benar-benar menjadi sajian yang tak akan terlupakan. Terlebih karena Chef Eri menggunakan jurus rahasianya yang ia dapat dari pengalamannya selama ini. Daging tersebut tidak langsung menyentuh permukaan wajan, tetapi Chef Eri menggunakan lemak sapi sebagai media perantara, sehingga tidak membuat hangus permukaan daging steak. Bisa Anda bayangkan betapa istimewanya steak ini. Terlebih Chef Eri memberikan tips kepada saya cara menyantap steak ini. Ambil sedikit Wasabi dan taruh di atas daging steak, lalu beri sedikit Rock Salt, rasanya luar biasa.

      Ternyata setelah sajian steak tersebut, saya masih dihidangkan satu sajian main course lagi. Dan saya pun dapat memilih antara Anchovies Fried Rice atau Inaniwa Noodles. Karena saya masih lapar, saya mencoba Anchovies Fried Rice. Anchovies, atau yang lebih kita kenal dengan ikan teri, yang dipakai adalah ikan teri medan. Saya sendiri dapat me-request tingkat pedas sajian ini. Berhubung saya suka pedas, saya lalu meminta Chef Eri untuk membuat tingkat pedas yang super. Dan benar saja, saya makan dengan sangat lahap walaupun sebelumnya sudah diberondong beberapa menu.

      Sebagai penutup, ada Lobster Miso Soup dan juga Banana Flambe. Khusus Banana Flambe, saya benar-benar ketagihan. Sampai-sampai saya ingin meminta porsi ini satu lagi. Cuma berhubung sudah kenyang, saya urungkan niat saya. Banana Flambe sendiri merupakan pisang yang dibakar lalu disajikan dengan Vanilla Ice Cream. Cara memasak pisangnya pun membuat saya cukup terhibur, api yang berasal dari alkohol yang dibakar menyala di atas pisang tersebut. Dan sajian ini menjadi menu yang manis menutup Premium Set Menu dari Kahyangan Teppanyaki Restaurant. Tertarik mencoba? Silahkan saja datang ke Wisma Nusantara lantai 28, Thamrin, Jakarta.

    • TAGGED: Kahyangan, Pullman, Teppanyaki, Hotel, Restaurant, Jakarta, Thamrin