• Home » Food » Featured Reviews
    • Authentic Taste Untill Last Bite
    • 9 years ago by Ade Jayadireja
    • 2438 Hits
    • courtesy of PESTO

      Seorang koki yang sedang melempar-lemparkan adonan pizza ke udara seakan menarik perhatian saya ketika melewati restoran bernama Pesto. Dilihat dari nama restorannya, saya beranggapan bahwa ini adalah restoran Italia. Karena penasaran, saya pun tergelitik untuk mampir sebentar ke restoran ini. Begitu masuk ke dalam, ternyata dugaan saya tidak salah. Pesto adalah restoran Italia dengan konsep authentic. Dengan desain bergaya Itali modern, ruang depan Pesto dilengkapi dengan meja bar, rak berisi anggur dari Australi dan Italia, serta deretan dessert yang terpajang di meja kaca. 

      Masuk ke ruang makan utama, suasana semakin terasa hangat. Dua buah area (non smoking dan smoking) hadir bersama sebuah open kitchen. Untuk non smoking area, terletak di tengah-tengah ruangan dan terdiri dari beberapa meja dan kursi kayu, sedangkan sofa yang terdapat di smoking area terlihat nyaman untuk diduduki. Tanpa pikir panjang, saya langsung memilih salah satu sofa di smoking area. Sebagai saran, jika Anda mencari suasana romantis, sofa di dekat jendela bisa Anda pilih. Mata akan dimanjakan dengan indahnya lampu–lampu dari gedung bertingkat.

      Karena tema Pesto adalah authentic Italian, tentu semua makanan disajikan dengan cita rasa asli Italia. Jadi wajar saja jika banyak expatriate yang berkunjung ke tempat ini. Anda tidak perlu meragukan kualitas dan originalitas makanan di Pesto, sebab semua hidangan ditangani langsung oleh chef Mikko dari Italia. Untuk mencicipi the real Italian cuisine, petualangan kali ini saya mulai dengan sebuah menu bernama Gnochi Sorentina. Pasta ini terbuat dari campuran homemade potato dumpling, tomato sauce, dan keju mozarela yang di bakar. Rasanya? Tentu tidak mengecewakan. Kentang homemade yang kenyal berbalut dengan kentalnya sensasi tomato sauce. Itu belum seberapa, cita rasa khas Italia semakin terlihat melalui Pizza Margarita. Main course kedua ini menciptkan rasa gurih dan lembut di mulut. Keju mozarela dan tomato sauce juga seakan bermain-main di mulut saya. Pizza di tempat ini bisa ditemukan dalam beberapa pilihan. Jika Anda seorang vegetarian, pilihlah vegetariana dengan tomato sauce dan mix fruit. Ada juga Ravioli dengan isi bayam, beef, atau pork.

      Acara makan saya semakin maksimal dengan kehadiran minuman bernama Fragolino yang terbuat dari campuran jus jeruk, jus strawberry, buah strawberry, dan yogurt. Sekedar saran,wine berkualitas tinggi bisa dinikmati di sini sebagai teman bersantai. Jangan lupakan aneka cocktail yang dapat menciptakan sensasi segar di tenggorokan.

      Hidangan Italia tidak harus melulu mengenai pasta. Buktinya, di sini juga ada pilihan menu grill. Salah satu menu yang direkomendasikan adalah Fiorentina, yaitu T-bone steak ukuran 1 kg yang disajikan dengan potato gratin. Namanya mengingatkan saya pada sebuah kota di Itali. Karena makanan ini cukup besar, mungkin Anda membutuhkan 2 atau 3 orang untuk menghabiskannya. Pilihan alternatif juga bisa Anda jatuhkan pada aneka hidangan salad, terutama jika Anda menginginkan makanan yang simple. 

      Untuk menciptakan rasa manis di akhir petualangan ini, saya memilih Chocolate Pie sebagai dessert. Dark chocolate yang manis berpadu dengan pie yang chrunchy. Pengalaman kuliner kali ini benar-benar terasa sempurna.

       

    • TAGGED: