• Home » Food » Featured Reviews
    • Bon Appetite
    • 9 years ago by Ade Jayadireja
    • 3180 Hits
    • courtesy of Sendok Garpu

      Pernah melewati jalan Senopati? JIka diperhatikan, di sana banyak sekali restoran berjajar di sepanjang jalan. Mulai dari restoran Korea, café, restoran Vietnam, semua jenis restoran ada di sana. Di antara restoran-restoran tersebut , ada sebuah restoran yang mempunyai sesuatu yang berbeda dari biasanya. Appetite menawarkan aneka hidangan fusion Perancis dan Itali. 

      Saat saya sedang hunting makanan di daerah Senopati, saya melihat sebuah restoran kecil yang berada di sebelah toko sepeda. Menyempil di sudut sebelah kiri, Appetite tampak luar memang terlihat kecil Tapi begitu masuk ke dalam, kesan ‘cozy’ langsung masuk ke pikiran saya. Restoran ini memiliki dua ruang makan, yaitu di dalam dan di luar. Interior ruang makan yang di dalam terkesan minimalis dan nyaman. Terdapat sofa, beberapa meja, bar, dan menggunakan AC. Sedangkan ruang makan yang di luar hanya ada 4 meja, dan khusus untuk merokok. Tidak heran jika banyak orang, terutama anak muda, yang datang ke Appetite. Karena selain nyaman, tempat ini juga memiliki menu yang berbeda dari biasanya.

      Sebelum menuju main course, menu yang wajib dicoba adalah Appetite Spinach Dip. Appetizer ini adalah roti chruncy yang disajikan bersama saus bayam yang tasty. Rasa saus bayamnya sangat unik. Dan walaupun namanya saus bayam, tapi tidak ada rasa bayam sama sekali. Untuk menemani saya menyantap  Appetite Spinach Dip, saya memesan Yellow And Roots yang segar.  Minuman ini terbuat dari sirup orange, passion fruit, dan jahe. Di dalamnya ada biji passion fruit yang menambah rasa asam.

      Selesai dengan appetizer dan minuman segar itu, saya melihat sebuah black board yang berisikan daftar menu baru di tahun 2011. Di sana terdapat nama Thin Sliced Beef. Karena penasaran, saya langsung saja pesan itu. Ditambah dengan Salmon Confit With Peanut Butter And Cassava Chips. Sambil menunggu makanan datang, saya kembali mencicipi Appetite Spinach Dip.

      Akhirnya Salmon Confit With Peanut Butter And Cassava Chips datang. Makanan ini berupa ikan salmon yang dikukus dan digoreng, disajikan bersama peanut butter, kentang goreng, dan keripik singkong.  Saat salmon dimakan dengan peanut butter, rasanya semakin kaya. Selain itu, saladnya juga segar. Satu kata yang dapat mencerminkan makanan ini: YUMMY!

      Jujur, saya belum merasa kenyang. Untungnya main course kedua, Thin Sliced Beef, segera datang ke meja saya. Thin Sliced Beef adalah kentang puree yang disajikan bersama saus blueberry, diberi jamur di dalamnya, kemudian diberi sirloin slice dan asparagus bakar di atasnya. Kentang puree hampir mirip dengan bentuk mashed potato, tapi teksturnya berbeda. Kentang puree lebih lembut. Di dalamnya juga ada sedikit rasa susu. Rasanya? Sangat unik. Daging sirloin yang lembut, rasa gurih dari jamur, dan ditambah rasa sedikit manis dari saus blueberry. Semua rasa tersebut menyatu di dalam mulut. Menurut informasi yang saya dapat, makanan ini berasal dari Perancis. Dan untuk fusion nya, ditambahkan saus blueberry.

      Seakan seperti lapar mata, saya kembali memesan minuman bernama Cottontail Carrot. Jus wortel dan jus apel dicampur jadi satu, kemudian ditambah sedikit lemon. Nah, lemon itulah yang membuat rasa minuman ini menjadi segar. Di dalamnya juga ada wortel yang dipotong memanjang.

      Petualangan kuliner kali ini saya tutup dengan Bread Puding. Baked bread dicampur dengan susu hangat dan disajikan dalam cangkir besar. Aroma cinnamon yang kuat membuat saya merasa tenang. Kehangatan dari susu dapat melumerkan baked bread yang chruncy. Hasilnya, dessert ini dapat menstabilkan perut saya yang dari tadi memakan aneka makanan.

       

    • TAGGED: