• Home » Food » Featured Reviews
    • Maroush: Middle Eastern Dishes at Its Best
    • 11 years ago by Stallone Tjia
    • 5012 Hits
    • courtesy of Maroush

      Sebuah restaurant yang menyuguhkan masakan otentik timur tengah di pusat kesibukkan bisnis Jakarta? Kenapa tidak. Cobalah Maroush yang mengusung tema kuliner dari timur tengah. Terletak di lantai 2 Crowne Plaza Hotel di daerah Semanggi, Maroush dengan megahnya akan menyapa pada saat Anda sampai. 
       
      Dibalik kemegahan lobby Crowne Plaza Hotel, terdapat satu sudut ruangan di atasnya yang terkesan beda dan etnik timur tengah itulah Maroush. Maroush sendiri diambil dari sebuah pemberkatan yang digunakan di timur tengah, tak heran symbol suci berbentuk "Hand of Fatimah" menjadi logo dari Maroush itu sendiri. Seluruh sudut ruangan di Maroush dimulai dari bagian depan pintu Maroush dihiasi dengan simbol ini yang melambangkan pemberkatan dan kesucian. Menginjak kaki di Maroush pada awalnya akan terasa terbawa di dunia timur tengah. Jalan setapak berupa lorong gelap tapi sensual menemani setiap langkah kaki dengan pohon-pohon kecil di masing-masing pinggir. Memasuki area dining room dengan suasana etnik Persian dicampur dengan hiasan dari Kashmir yang otentik. Anda akan dibuat berdecak kagum karena dengan hitungan detik suasana Maroko akan segera Anda rasakan berikutnya. 
       
      Pencahayaan yang lembut dan sedikit remang juga desain kayu yang sangat detail menambah ambiance timur tengah apalagi dengan dipajangnya pipa-pipa hookah asli yang menjadi hiasan di sudut-sudut ruangan diiringi alunan musik timur tengah yang eksotis menjadikan Maroush menjadi mesin teleportasi antara Jakarta dan suasana sebuah ruang makan di tengah-tengah gurun di wilayah Timur Tengah. Tak melupakan bahwa semua lampu chandelier, hiasan keramik yang begitu detail, lukisan yang terpampang di dinding, serta meja dan kursi makannya pun semua asli dan dikirim dari Maroko. 
       
      Selain ruang makan utama yang megah dengan shisha loungenya di depan, Maroush pun mempunyai ruangan yang terpisah dari ruangan makan utama. Sebut saja the Blue Room, di ruangan ini semua dinding di cat biru kontras dengan warna ruang makan utamanya. Pencahayaan langsung ketika siang hari dan gemerlapnya lampu di malam hari bisa dilihat pada jendela di ruangan ini. Anda seperti dibawa ke suasana dari sisi etnik Timur Tengah yang lain, di ruangan ini pun terdapat wine cellar kecil untuk keperluan penyimpanan wine. 
       
      Selain itu, terdapat dua ruangan private dining yang tersedia di Maroush, sebut saja the Green Room dan the Red Room (untuk informasi singkat bahwa hijau dan merah menjadi warna untuk bendera negara Maroko). The Green Room sangat cocok dijadikan tempat untuk private dining dengan kolega terdekat sebanyak 8 orang. Dengan sentuhan sofa beludru berwarna gelap serta hiasan meja yang detail dan etnik, suatu ruangan makan yang sangat kaya akan nilai seni dan mewah. Lain halnya dengan The Red Room, ruangan untuk private dining yang jauh lebih besar dari the Green Room, bernuansa merah dengan meja yang terbuat dari kerajinan ukiran kayu dari Maroko yang sangat detail dan rinci hiasannya. Di sudut dinding terjajar sofa dari bahan kayu dan beludru serta sedikit ruangan kecil untuk dijadikan shisha lounge. 16 orang dapat duduk makan di sini serta sebanyak 30 orang pun bisa ikut bergabung bila acara sudah dijadikan standing party. Kemegahan ruangan ini membuat sedikit mata saya terbelalak sejenak karena sungguh menakjubkannya ketika berdiri di dalamnya. 
       
      Saya percaya di Maroush, tempat semegah ini pasti mempunyai sederetan menu kuliner asli timur tengah yang tidak akan mengecewakan. Dimulai dengan dua macam menu pembuka; Hot Appetizer yang berupa Seafood Pastilla yang merupakan fillo pastry berbentuk segitiga, Chicken Almond in Fillo Pastry yang berbentuk bulat dengan sentuhan cinnamon, Cheese Cigar yang merupakan pastry berbentuk roll berisi keju yang meleleh di mulut. Kedua yaitu Cold Appetizer Mix Meze Plate, menu appetizer ini terdiri dari roti khas Maroko (Khobz Kassra) dengan berbagai macam cocolan yang tersedia di dalam suatu piring besar dari bahan kuningan, yaitu Hummus with Olives Oil (hummus dengan minyak zaitun), Zaalouk (dibuat dari terung hijau dan bumbu-bumbu), Babaganush, Chakchouka (yang terdiri dari paprika, tomat dan minyak zaitun). Kekayaan rasa awal makan hanya dengan menu pembukanya saja sudah membuat rasa penasaran apa menu menggiurkan lainnya yang berikutnya akan dihidangkan. 
       
      Sambil menghabisi appetizer yang ada di meja dengan ditutup hangatnya Moroccan Tea yang diseduh dengan daun mint yang hangat. Sebuah menu bernama Chicken Tagine with Lemon & Olives datang. Rasa ayam ini kaya akan rempah dan dimasak di dalam tagine. Tagine merupakan wadah yang terbuat dari tanah liat dengan tutup kerucut yang berfungsi untuk menjaga cita rasa makanan. Berikutnya yang akan membuat lidah bergoyang adalah Lamb Shank Couscous, Couscous itu pengganti nasi yang rasanya sangat lembut di lidah.  Couscous dibuat dari semacam gandum atau kacang-kacangan khas Maroko yang dihaluskan seperti butiran jagung halus yang disiram dengan minyak zaitun sebelum dikukus sampai matang. Disajikan dengan lamb shank yang kita sebut saja bagian paha domba diolah dengan rempah-rempah dan bumbu khas sehingga yang wangi dan tentu saja menjadi lembut, rasanya tidak bisa membohongi lidah. ENAK! 
       
      Minuman signature Maroush pun tak ketinggalan untuk dicoba, Dessert Storm namanya, campuran lemon, daun mint dan soda water yang rasanya asem tetapi menyegarkan. Bila tidak kuat dengan rasa asemnya minuman ini bisa ditambahkan dengan secangkir kecil air gula untuk mempermanis rasanya. 
       
      Shisha menjadi suatu kelebihan Maroush, seperti yang sudah disebutkan di awal, bahwa terdapat shisha lounge untuk Anda penggemar shisha. Tersedia dalam berbagai macam rasa yang menarik, dengan hookah shisha asli dari Maroko. Maroush pun mempunyai champagne bar yang disponsori oleh Veuve Cliquot , beserta Wine and Cigar list untuk dinikmati sewaktu bersantap di sini.  
       
      Tidak hanya sampai di situ itu, setiap Jumat dan Sabtu malam akan diadakan acara belly dancer (tari perut) khas timur tengah. Semua keunggulan yang ditawarkan oleh Maroush itu sendiri siapa yang yang enggan meninggalkan tempat ini cepat-cepat.

    • TAGGED: