• Home » Food » Featured Reviews
    • Best Dishes from the Peranakan Family Kitchen
    • 13 years ago by Dina Indrasafitri
    • 2880 Hits
    • courtesy of SG/Meradelima

      Masakan seperti Mie Pangsit dan Shiomay, contohnya, merupakan ?perkawinan? antara budaya lokal dengan kebudayaan Cina yang telah lama akrab dengan Indonesia. Kalau begitu, sudah biasa, dong? Ets, tunggu dulu. Meskipun anda kemudian merasa bahwa makanan peranakan ada di mana-mana, namun tidak setiap hari kan anda bisa mencicipi masakan jenis ini yang ?first class? dan disiapkan secara tidak main-main! Ditambah lagi dengan suasana bersantap yang membuat anda serasa kembali ke rumah encim zaman kolonial. Inilah restoran Meradelima yang kaya akan sejarah serta makanan lezat tentunya! Dari segi tempat, dapat dikatakan bahwa Meradelima adalah salah satu restoran paling menyenangkan yang dapat anda temui di Jakarta. Tentu saja warna merah, yang sering dianggap pembawa keberuntungan dan kebahagiaan, seolah menyelimuti restoran ini, diselingi dengan warna hitam dan coklat. Berbagai ornamen dan perabotan antik menambah nyaman dan khas suasana Meradelima. Oh ya, sekadar info, buah delima dianggap lambang kesuburan lho, oleh kebanyakan orang, dan batu mera delima pun dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Nama yang bagus sekali, kan? Banyak hidangan meradelima yang telah menjadi favorit tersendiri pengunjungnya, seperti Nasi Lemak Lengkap ataupun Ayam Goreng Kemangi. Namun, baru-baru ini Meradelima kembali memerkenalkan beberapa menu baru yang tak kalah lezatnya. Salah satunya adalah Mie Goreng Baba Celup yang kaya akan sayuran dan daging. Bagi anda yang pernah mencicipi hidangan bernama I Fu Mie, mungkin telah akrab dengan mi goreng kering yang dilengkapi saus kental dan gurih menyerupai cap cai, namun bedanya Mie Goreng yang satu ini adalah minya dicelupkan ke dalam saus, alias berada di atas sausnya, tidak seperti I fu Mi yang bagian atasnya disirami saus hingga cepat menghilangkan kerenyahan mi. Hidangan bernama ?Ayam Goreng Lidah Mertua? pun dapat menggoyang lidah anda. Mungkin namanya demikian karena dalam hidangan yang terdiri atas ayam, kacang mete, Kung Pao dan daun bawang ini terselip beberapa cabe rawit kering ? mirip lidah mertua yang konon sering berkata ?pedas?. Tetapi jangan khawatir, tidak terlalu pedas kok, yah, standar lidah mertua, lah! Hahaha! Ada satu lagi pilihan untuk ?teman? nasi, yaitu Cumi Gg Orpha yang sedikit asam-asam pedas karena di atasnya disirami sejenis dressing dari daun bawang dan cabai. Pastikan bahwa anda tidak hanya memakan cuminya saja ya, karena dressingnya itu lho, yang membuat gurih. Hidangan yang terakhir ini lumayan pedas, tapi benar-benar segar dan bikin nagih. Namanya Pangsit Pedas Kawin Lari. Pangsit rebus yang padat dengan daging ayam serta udang ini dibumbui dengan rawit dan ketumbar, cocok sekali bagi anda yang suka ngemil makanan pedas di sore hari. Melihat nama-nama hidangan diatas, kok agak nyeleneh, ya? Tentu saja, karena seluruh nama hidangan tersebut diambil dari resep turun-temurun sang pemilik restoran. Jadi, cocok sekali bila anda membawa keluarga anda yang tidak begitu menyukai makanan barat ke Meradelima. Masakannya rumahan tapi berkualitas prima. Tapi jangan salah, tempat ini juga cukup stylish untuk dipilih sebagai tempat hang out bersama rekan-rekan anda sepulang kerja atau bersenang-senang. Apapun acaranya, anda tidak akan dikecewakan. (SG/DI)
    • TAGGED: