• Home » Food » Featured Reviews
    • Jump Up and Down at Mbah Jingkrak
    • 9 years ago by Ade Jayadireja
    • 3017 Hits
    • courtesy of Mbah Jingkrak

       

      Di saat restoran-restorsn di Indonesia gempar menyajikan menu-menu seperti Japanese food, Korean food, atau European food, restoran bernama Mbah Jingkrak justru dengan bangga menyajikan makanan-makanan khas Indonesia. Dan, nama makanan di tempat ini menggunakan nama yang unik.

      Masuk ke restoran ini membuat saya merasa seperti di Jogja atau Solo. Desain interiornya dibuat dengan konsep Jawa kuno. Pernak –pernik tradisional menghiasai seluruh ruangan, ada ukiran kayu khas Jawa, dan  ada juga lampu-lampu klasik menggantung di tembok. Uniknya, di bagian atas menggantung lampu-lampu yang dipasangi kandang burung.

      Menurut informasi yang saya dapat, Mbah Jingkrak terkenal dengan menu Ayam Rambut Setan, atau dalam bahasa Inggris disebut Ghost Hair. Karena penasaran, langsung saja saya beranjak dari kursi dan pergi ke bagian pemesanan yang terletak di bagian pojok kanan. Di sana bergelimpangan berbagai jenis makanan yang sebagian besar merupakan makanan pedas. Mulai dari sayur asam, soto daging, udang, dan masih banyak lagi. Saya memesan Ayam Rambut Setan, Sambal Iblis, dan Soto Bengawan.

      Tidak lama setelah saya kembali ke tempat duduk, Es Kolor Ijo mampir ke meja saya. Minuman ini hampir sama dengan es campur, namun Es Kolor Ijo menggunakan sirup kokopandan. Di dalamnya ada kelapa muda, dawet, selasih. Rasanya sangat segar. Cocok diminum sebelum menyantap main course.

      Belum selesai dengam Es Kolor Ijo, makanan yang saya pesan pun tiba, yaitu Ayam Rambut Setan beserta nasi putih hangat. Dilengkapi juga dengan Sambal Iblis yang berwarna merah pekat. Ayam Rambut Setan adalah ayam goreng yang disajikan dengan dengan daun bawang, cabe rawit merah, dan kemangi. Jika Anda adalah pecinta kuliner pedas, makanan ini akan menjadi tantangan yang sulit untuk Anda taklukan. Bagaimana tidak, rasa pedasnya membuat saya jingkrak. Benar-benar menusuk lidah, dan ditambah dengan aroma kuat dari kemangi. Saking pedasnya, saya sampai nangis dan tidak sadar keringat sudah bercucuran di dahi. Pantas saja restoran ini diberi nama Mbah Jingkrak, karena kepedasan makanannya bisa membuat kita sampai berjingkrak ria. 

      Itu belum seberapa. Masih ada Sambal Iblis yang ekstra pedas. Padahal makanan ini terbuat dari tempe, tapi rasa pedasnya tidak kalah dengan Ayam Rambut Setan.  Semuanya berhasil membuat lidah saya kebas karena saking pedasnya.

      Untuk mendinginkan perut sejenak, saya mencicipi Soto Bengawan lezat yang dari tadi sudah hadir di meja saya. Makanan ini hampir sama dengan soto daging. Rasanya gurih, menenangkan, dan ada sedikit rasa pedas dari cabe. Saya yang dari tadi kewalahan menghadapi makanan yang serba pedas, kini sudah mulai merasa santai setelah memakan Soto Bengawan.

      Hanya sebagai saran, jika Anda menyukai minuman tradisional, Beras Kencur tersedia di sini. Selain sehat, minuman yang disajikan dengan es ini juga membantu saya mendinginkan perut.

      Saya sudah cukup merasakan sensasi PEDAS di Mbah Jingkrak. Jadi, apakah Anda berani mencobanya juga? Siapkan tisu untuk menghapus keringat dan bersiap juga untuk melompat karena kepedasan dari aneka hidangan di Mbah Jingkrak.

       

    • TAGGED: