• Home » Food » Featured Reviews
    • Le Seminyak, Bali in The Heart of Jakarta
    • 10 years ago by Stallone Tjia
    • 1800 Hits
    • courtesy of Le Seminyak

      Bicara tentang Bali, ada cinta dan juga ada sedikit cemburu. Betapa tidak, begitu terkenalnya pulau satu ini dikarenakan budayanya, keindahan alamnya, serta keramahan penduduknya, sampai-sampai orang dari luar negeri lebih mengenal Bali dibanding negara 'rumah'nya pulau tersebut, yaitu Indonesia. Sehingga, warga Indonesia, selain yang tinggal di Bali, tentunya, kadang cuma bisa senyum pahit saat mendengar kata-kata seperti "Indonesia? Is it near Bali?" Waduh..

      Namun mau tidak mau sebagai penduduk Indonesia kita toh bangga akan pulau yang tak habisnya jadi sasaran pariwisata tersebut. Turis dari luar negeri berbondong-bondong ke sana, padahal kita sendiri seringkali berhalangan untuk menikmati keindahan pulau Bali dikarenakan masalah waktu atau kocek.

      Impian ke Pulau Dewata bolehlah disimpan sampai bonus turun nanti, namun tak ada salahnya bila dalam waktu dekat ini Anda melenggang ke Pacific Place di daerah Sudirman untuk menikmati pengalaman kuliner khas Bali yang mungkin dapat mengobati kehausan Anda akan pantai Kuta, tari Legong, dan teman-temannya.

      Di lantai lima gedung tersebut, terletaklah restoran Le Seminyak yang berusaha menghadirkan pesona kuliner dan suasana khas Bali untuk mengobati kerinduan akan salah satu kekayaan di negeri sendiri. Aroma kopi Bali yang khas seolah menyambut saya saat hendak memasuki restoran tersebut, dan begitu melihat banyak tamu yang memesan minuman tersebut, sempat benak saya tergoda untuk ikut menyeruput secangkir kopi kental meski hari itu cukup terik.

      Namun belum sempat menimbang ide tadi, saya keburu terpesona oleh interior restoran yang terlihat nyaman dan modern sekaligus kaya akan sentuhan budaya Bali. Tak heran, karena baik perabotan maupun elemen arsitektur yang terdapat di Le Seminyak memang didatangkan khusus dari pulau tersebut demi mencapai suasana yang membuat tamu serasa sedang menikmati liburan, jauh dari hiruk-pikuk metropolitan.

      Saya memilih untuk duduk di Area Bale Bale, yang area bersantapnya kira-kira bisa menampung lima atau enam orang. Melihat kapasitas dan kelegaan ruangnya, tempat ini ok juga untuk menikmati acara makan-makan bersama kerabat atau rekan kerja. Namun, bila anda menginginkan suasana yang lebih eksklusif, di sisi lain Le Seminyak terdapat juga ruang VIP room dengan desain simpel dan modern yang sanggup menampung kurang lebih 10 orang.

      Saya memesan dulu Ginger Fizz yang diracik dari air jahe dan serai yang membuat tenggorokan dan perut kita hangat serta diperkaya dengan daun mint dan es batu yang menyegarkan. Kombinasi yang unik! Saya memesan Udang Kelapa Gurih sebagai menu pembuka, Udang yang garing serta lembut dagingnya, kaya dengan bumbu yang menyatu gurih di mulut.

      Tak lama, datanglah yang saya tunggu-tunggu: Nasi Campur Bali dengan nasi kuning khas Le Seminyak dliengkapi dengan Sate Lilit Ayam, Tum Ayam, Telur Bali, serta Ayam Pelalah, porsinya memuaskan dan kaya akan pilihan lauk. Tidak percuma saya menunggu lama untuk memuaskan 'ngidam' yang satu ini. Sempat pula saya mencicipi Sate Lilit Seafood andalan Le Seminyak, yang makin mantap bila dicocol dengan sambel dan bumbu kecap.

      Selanjutnya, giliran Bebek Sambal Ijo. Jujur, saya agak pesimis dengan segala macam masakan dari bebek, karena terlanjur mencap daging bebek itu alot, Namun entah bagaimana Le Seminyak berhasil menyulap masakan tersebut sehingga citarasanya garing dan empuk. Sampai-sampai tulangnya pun renyah Gurame Sambal Mangga yang terhidang menggoda di depan mata saya pun tidak bisa saya diamkan lama-lama meskipun perut sebenarnya sudah kenyang. Dugaan saya benar, lidah saya seolah tak puas menikmati daging yang lembut dipadukan dengan sambal asam-pedas lengkap dengan irisan mangga muda segar.

      Pilihan favorit saya jatuh pada Udang Pancet Bakar Madu yang nikmat, dengan citarasa pedas manis, dan terakhir saya pun mencicipi Ayam Betutu yang kesedapan aromanya sungguh unik, karena dibalut dengan daun pisang. Summer Berry Cooler, mocktail asam-manis yang membuat yang meminumnya serasa di pantai, cocok sekali untuk menutup pengalaman bersantap saya kali ini yang diwarnai banyak hidangan kaya bumbu.

      Setelah bersantap di Le Seminyak, saya justru makin membulatkan tekad untuk berlibur dan merasakan lembutnya pasir pantai Sanur di sela jari kaki saya, Namun, toh, kalaupun nanti tabungan saya terpakai untuk hal lain, saya bisa makan di sini lagi! (SG/ST)

    • TAGGED: