• Home » Articles » News
    • Arab Street : Sepetak Budaya Timur Tengah Di Jantung Singapura
    • 9 years ago by Cuni Candrika
    • 3390 Hits
    • courtesy of

      Singapura kaya dengan etnis-etnis yang ada di dalamnya. Bahkan terdapat beberapa area untuk etnis tertentu. Sebut saja Arab Street, Little India maupun Chinatown. Tempat-tempat unik ini sering dikunjungi para wisatawan. Banyak jajanan daerah masing-masing yang ditawarkan, aksesoris-aksesoris unik, ataupun bangunan yang mencerminkan setiap etnis.

      Di artikel kali ini SendokGarpu akan membahas mengenai Arab Street. Arab Street dipercaya dinamai oleh seorang bangsawan Arab, Syed Ali bin Mohamed Al Junied. Arab Street juga tadinya merupakan wilayah tempat tinggal bagi orang Muslim yang berasal dari Arab, Melayu, India, Bugis ataupun Jawa. Sejak tahun 1820-an, Arab Street sudah menjadi pusat perdagangan untuk tekstil, bumbu, ataupun produk rotan.

      Banyak barang yang ditawarkan di Arab Street ini. Sebut saja permadani, tekstil, produk rotan, perlengkapan muslim dan juga minyak wangi. Permadani yang ditawarkan langsung diimpor dari Timur Tengah. Walaupun harganya agak mahal, namun permadani ini memiliki desain dan buatan yang bagus serta otentik. Sementara untuk tekstil, daerah ini menyediakan banyak jenis bahan pakaian seperti kain sari dari India, kain sutra Thailand, Cina maupun baju kurung (baju nasional Malaysia).  Dijual pula berbagai macam perabotan rumah dari rotan. Perlengkapan muslim dari baju kurung, jubah, hijab, serta tudung juga turut meramaikan daerah ini. Tak ketinggalan parfum yang tidak beralkohol. Banyak parfum terkenal seperti Christian Dior dan Hugo Boss dibuat replikanya tanpa menggunakan bahan alkohol.

      Suatu daerah tanpa makanan khas tidaklah lengkap. Begitu pula dengan Arab Street. Arab Street turut menyajikan berbagai makanan halal. Terdapat makanan Timur Tengah seperti kebab. Di setiap kedai Timur Tengah juga tersedia sheesha, rokok dengan berbagai rasa, yang khas Timur Tengah. Selain juga terdapat makanan Melayu seperti mee goreng dan nasi goreng. Nasi Padang yang berasal dari Indonesia juga turut meramaikan beberapa kedai. Tak ketinggalan makanan India seperti prata, kari dan juga martabak.

      Di Arab Street ini juga terdapat beberapa bangunan khas. Terdapat Malay Heritage Museum (Istana Kampong Gelam), sebuah museum yang menghadirkan budaya dan sejarah Melayu di Singapura di dalamnya. Budaya dan sejarah ini ditampilkan dalam bentuk artefak, multimedia, display diorama ataupun pameran. Selain itu tempat ini juga sering mengadakan program ataupun workshop yang berkaitan dengan budaya Melayu. Bangunan ini tadinya merupakan istana kerajaan yang disebut Istana Kampong Gelam. Selain itu juga terdapat Sultan Mosque, Masjid yang cukup besar dengan bangunan kubah berwarna emas di atasnya. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Singapura.

      Nama jalanan di daerah ini juga dinamai dengan bahasa Arab, selain Arab Street, terdapat Bussorah, Muscat ataupun Baghdad Street.

    • TAGGED: