• Home » Articles » Meet-the-chef
    • Chef Halik, Memasak di Berbagai Negara Namun Tetap Bangga dengan Kuliner Indonesia
    • 6 years ago by Ananda Putri Laras
    • 2252 Hits
    • temp

      courtesy of SendokGarpu.com

      Sosok bersahabat kali ini datang dari seorang chef dengan jam terbang tinggi. Abdul Halik, telah 20 tahun mengabdi untuk dunia F&B dan mendapat kesempatan keliling Indonesia, serta menjajal pengalaman memasak di luar negeri.

      Chef Halik kini meracik makanan untuk Aston Pluit Hotel & Residence, ia menjabat sebagai Executive Chef dan siap memanjakan tamu Calantha Restaurant dengan berbagai menu internasional.

      Sebelum singgah di Jakarta, chef Halik telah keliling berbagai kota di Indonesia. Bali, Bintan, Manado, Bandung dan Surabaya adalah beberapa tempat yang sempat ia singgahi. Ia pun menghabiskan waktu 7 bulan bekerja di Maldives.

      “Saya tidak lama bekerja di Maldives, karena kondisi pulau yang terpencil, tanpa warga sipil ataupun fasilitas lain, hanya ada satu hotel disana, yakni tempat dimana saya bekerja. Saya pun memutuskan keluar dari Kurumba Resort Maldives, namun begitu banyak pengalaman yang saya dapat, saya banyak tahu tentang kuliner internasional, terutama kuliner India,” ucap chef kelahiran 31 Desember 1973 ini.

      Keahliannya meramu makanan internasional di dapur, tidak serta merta membuah Chef Halik melupakan kuliner negeri sendiri. Bahkan ia sering menyisipkan citarasa masakan Indonesia, untuk menu-menu Asia yang dihidangkan di hotel-hotel luar negeri tempat ia pernah bekerja.

      “Bagaimanapun juga, kuliner Indonesia itu sangat unik, kara rasa dan terbuat dari bumbu-bumbu yang fresh. Memang kuliner India menggunakan bumbu yang begitu banyak, namun bumbu yang ditambahkan biasanya berupa bubuk atau tepung, berbeda dengan masakan Indonesia yang menggunakan bumbu fresh,” lanjut chef Halik.

      Ia pun mengatakan, walaupun kuliner Thailand lebih dahulu booming di ranah internasional, bukan berarti kuliner Indonesia ketinggalan dan tidak bisa menyainginya.

      Mulanya chef Halik tidak minat untuk berkecimpung di dunia F&B, tidak terpikirkan sama sekali untuk menjadi chef. Namun karena pada awal 90an pariwisata Bali sedang naik-naiknya, Bali pun membutuhkan banyak SDM. Mengambil peluang tersebut, barulah chef Halik mengemban pendidikan pariwisata di Hotel & Tourism Training Institut, BPLP Nusa Dua, Bali. Debut pertama dimulai di tahun 1993 di Surabaya, sejak itulah ia mencintai dunia chef.

      “Perkembangan dunia F&B kini meningkat tajam, outlet resto menjamur dimana-mana. Dahulu kita hanya mendengar menu ‘Nasi Goreng’, namun kini Nasi Goreng telah berevolusi, dimix dengan segala macam jenis bahan makanan. Begitupun industri televisi, lahir acara kompetisi chef, selebriti chef, pandangan orang terhadap derajat chef telah berubah. Jika dahulu para mertua malu punya menantu yang ‘tukang masak’, kini asumsi tersebut tidak ditemukan lagi, orang-orang begitu bangga memiliki suami atau menantu seorang chef,” lanjut Chef Halik mengkakhiri ceritanya kepada tim SendokGarpu.com.

    • TAGGED: profil chef, chef aston pluit hotel, aston pluit hotel