• Home » Articles » Meet-the-chef
    • Bima, Chef Yang Tak Ingin Disebut Chef
    • 7 years ago by Ryan Pratama
    • 2644 Hits
    • temp

      courtesy of SendokGarpu.com

      Saat berkunjung ke restoran Fish Eye Asian Bistro di Jalan Brawijaya 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tim SendokGarpu.com berkesempatan untuk mencicipi menu-menu andalan restoran tersebut. Melihat presentasi tiap menu yang sangat bagus, serta rasa makanan yang benar-benar membuat perut tak pernah kenyang, tim SendokGarpu.com penasaran ingin berjumpa langsung dengan creator dari semua makanan lezat di Fish Eye. Salah satu crew kami lalu menyambangi kitchen Fish Eye dan langsung berkenalan dengan executive chef restoran tersebut.

      Namanya Asa Bima Prabowo, atau yang akrab dengan sapaan Bima. Kebetulan saat berkunjung, Bima sedang tidak sibuk di dapur. Alhasil tim SendokGarpu.com mempunyai kesempatan untuk mewawancarai chef plontos ini. Pria yang sudah mempunyai dua orang anak ini lebih senang disebut sebagai "tukang masak" ketimbang chef.  Bakat memasaknya tumbuh saat ia masih kecil. Saat tinggal di Bali, bersama sang ayah Bima kecil sering sekali diajak memasak. Dari situlah passion memasaknya mulai tumbuh.

      Setelah selesai menyelesaikan pendidikan sarjananya di bidang perhotelan, Bima kemudian bekerja di sebuah restoran di Hotel Shangri-la Jakarta. Setelah itu ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Australia. Saat menjalani pendidikan di luar negeri inilah bakat memasaknya semakin terasah. Maklum saja, sebagai mahasiswa di luar negeri, tentu saja untuk urusan memasak Bima harus melakukannya sendiri, sehingga mau tak mau ilmu memasaknya semakin bertambah. Selesai menyelesaikan pendidikannya di Australia, Bima lalu kembali ke Indonesia dan bekerja di Hotel JW Marriot. Bima juga sempat mengenyam pendidikan di Les Roches School of Hotel Management di Swiss.

      Sempat membantu sang Kakak mengelola Taman Kanak-Kanak, Bima akhirnya memutuskan untuk membuka "warung". Sebelum membuka Fish Eye, ia terlebih dulu membuka coffee shop bernama Deli 48. Racikan kopi di kedai ini pun merupakan hasil kreasi dari Bima. Namun Deli 48 akhirnya berubah konsep menjadi restoran yang bergaya Perancis ini.

      Lihat saja kreasi-kreasi makanan seperti Baramundi Confit, Old Cucumber and Leek Soup, Chilli Crab Cannelloni, dan juga Baked Bluefin Eye. Anda pasti akan mengira semua makanan tersebut dibuat oleh chef yang mempunyai pendidikan yang tinggi di bidang kuliner. Presentasi yang indah serta rasa makanan yang benar-benar enak, membuat Chef Bima patut diacungi dua jempol.

    • TAGGED: Fish Eye, Bistro, Jakarta Selatan, Asian Food, Chef, Bima Prabowo