• Home » Articles » Meet-the-chef
    • Chef Buyung : "Menjadi Chef Bukan Impian Saya"
    • 8 years ago by Cuni Candrika
    • 4552 Hits
    • temp

      courtesy of SendokGarpu

      Saat ini banyak sekali acara kontes masak yang ditayangkan di televisi, dari MasterChef, Junior MasterChef sampai dengan Hell Kitchen. Tapi ingatkah kalian, dengan Allez Cuisine, program kontes masak lokal yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta sekitar tahun 2002? 

      Mengingat kembali acara tersebut, kontes masak lokal pertama yang pernah diadakan, mungkin ada di antara anda yang inget dengan sosok Chef Buyung Radiansyah, pemenang Allez Cuisine selama sepuluh kali. SendokGarpu kali ini berkesempatan untuk mengadakan interview dengan beliau. Mari simak ceritanya!

      Terlanjur kuliah perhotelan
      Sosok chef yang satu ini, Buyung Radiansyah, mengatakan bahwa pada awalnya dia tidak ingin menjadi chef. Awalnya beliau memilih jurusan ekonomi di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di tanah air. Namun karena tidak diterima, beliau memilih kuliah perhotelan di Bali, yang merupakan pilihan terakhirnya.

      Mulai tertarik saat bekerja
      Ketertarikan dan antusiasme besar sebagai seorang chef didapatinya saat lulus kuliah dan mulai bekerja di dunia perhotelan. Chef Buyung mulai bersemangat untuk mempelajari sesuatu hal yang baru itu. Inspirasinya juga didapat dari teman-teman di sekitarnya yang membuatnya terus termotivasi. Pada saat itu, dunia perhotelan masih didominasi oleh orang asing. Karena itulah chef kelahiran tahun 1970 ini, sebagai orang Indonesia asli, ingin memajukan perhotelan Indonesia.

      Menjadi chef membuatnya bisa keliling dunia
      Jika ditanya apa yang menjadi suka-nya dalam menjadi seorang chef, beliau mengatakan bahwa ia dapat keliling dunia. Chef Buyung pernah meniti karir di Filipina, Brunei, Dubai bahkan sampai ke Rusia. Rekor terlamanya bekerja di luar negeri adalah ketika bekerja di Hyatt Dubai Regency selama tiga tahun.

      Dengan keliling dunia, beliau bisa bekerja sambil jalan-jalan dan mengenal dunia luar. Hal ini lah yang menurutnya belum tentu bisa dilakukan jika memilih pekerjaan yang lain. 

      Prestasi luar biasanya dicapai saat beliau menjadi Duta Indonesia untuk menservis hidangan para kepala negara Asia Tenggara dalam acara Asean Summit. Acara ini dilaksanakan di Filipina dan dihadiri oleh semua kepala negara anggota ASEAN.

      Tak menyangka bisa memenangkan Allez Cuisine sepuluh kali
      Tampil di beberapa acara televisi membuat Chef Buyung diundang untuk mengikuti kontes masak Allez Cuisine. Kontes masak pertama di televisi Indonesia ini diadakan pada tahun 2002 di salah satu stasiun televisi swasta. Awalnya beliau ragu-ragu saat memulai kontes ini, namun berkat kerjasama tim yang baik dan mental yang kuat, beliau dapat memenangkan Allez Cuisine selama sepuluh kali berturut-turut.

      Pada saat mengikuti kontes ini, Chef Buyung masih bekerja di Hyatt Aryaduta. Nama hotel juga turut terangkat karena kemenangan beliau. Pada awalnya, beliau mengalahkan juara bertahan selama tiga kali berturut-turut yaitu Chef Lavino dari Grand Hyatt Jakarta.

      Profesi chef terangkat sejak program Allez Cuisine
      Sejak kontes masak tersebut, selain nama seorang Chef Buyung, profesi chef pun semakin terangkat popularitasnya. Banyak masyarakat yang mulai mengenal profesi tersebut dan tidak lagi memandangnya sebelah mata. Bahkan ke depannya, profesi chef mulai diperhitungkan. Hal ini juga disebabkan karena banyak kontes masak televisi yang menjamur baru-baru ini.

      Punya keinginan membuat restoran sendiri
      Menjadi chef ternama mungkin impian sebagian orang. Namun mimpi seorang Chef Buyung tidak berhenti sampai di situ. Chef Buyung masih ingin mendirikan restorannya sendiri. Beliau punya mimpi untuk membuat restoran dengan konsep yang tak lekang oleh waktu. Restoran sekarang banyak sekali yang sifatnya musiman dan Chef Buyung tidak ingin memiliki restoran yang seperti itu.

      Chef yang saat ini bekerja di Hotel Bidakara ini berangan-angan bahwa restorannya nanti tidak hanya menjadi tempat makan saja, namun bisa menjadi tempat workshop, cooking class, serta tempat berkumpulnya para penggemar makanan. 

      Berbicara mengenai kuliner dalam negeri
      Mengenai kuliner tanah air, chef dengan dua orang anak ini mengatakan bahwa makanan Indonesia lebih bervariasi dari makanan asing. Semua bahan tersedia di sini. Para pembuat makanannya pun sangatlah kreatif dan memiliki banyak kreasi hidangan.

      Sayangnya, acara-acara kuliner di televisi masih mengikuti tren luar negeri. Itulah yang membuat kreativitas bangsa tidak berkembang. Selain itu, sekolah kuliner yang benar-benar bagus masih cukup mahal bagi masyarakat. Negara kita belum mampu memproduksi sekolah-sekolah kuliner sekelas bangsa lain. Hal itu yang membuat negeri kita kalah bersaing.

    • TAGGED: Chef, Buyung Radiansyah, Buyung, Allez Cuisine, kuliner, Bidakara