• Home » Articles » Food
    • Rumah Baba, Resto Laris Bermodal Facebook dan Twitter
    • 7 years ago by Ananda Putri Laras
    • 2966 Hits
    • courtesy of https://www.facebook.com/RumahBabaResto

      Juni selalu membawa kita ke tengah-tengah euforia HUT Jakarta. Memang moment langka, namun sangat bangga karena setiap tahunnya, warga Jakarta disuguhkan berbagai pilihan yang menarik, mulai dari ragam kuliner hingga pertunjukan budaya.

      Menikmati masakan Betawi bisa jadi pilihan untuk pekan ini. SendokGarpu.com memiliki kesempatan jalan-jalan ke daerah Senopati, Jakarta Selatan, dimana gedung-gedung perkantoran berkumpul dan menghadirkan suasana yang padat. SendokGarpu.com tertarik pada sebuah resto Betawi yang mungil di Jalan Senopati Dalam I No.2, SCBD.

      Resto ini sama sekali tidak mencolok, dengan penampilan sederhana yang sangat Betawi. Temboknya dicat hijau, ornament-ornamen khas Betawi pun dimainkan pada dekorasi luar. Bahkan, tidak dipasang nama resto di depan bangunan ini, tapi sangat istimewa, karena ketika SendokGarpu.com berkunjung kesana, resto ini penuh sesak akan pengunjung. Inilah Rumah Baba, resto Betawi otentik milik pemuda Betawi asli, yakni Ali Reza. Keakraban Ali dengan budaya asal, membuatnya berkreasi untuk melestarikan tradisi. Kemudian, muncul ide brillian dengan memanfaatkan tanah kosong milik Baba, yaitu sebutan Ali kepada bapaknya. di lokasi strategis inilah resto Betawi ini dibangun, tepat tanggal 22 Juni 2012 lalu.

      Soal interior, Rumah Baba begitu maksimal. Pengunjung akan dibawa ke atmosfer homie seperti rumah Betawi jaman dahulu, temboknya masih berupa kayu-kayu yang diberi kesan usang, lantainya pun tidak menggunakan keramik. Kursi, jendela dan pintu sangat antik, benar-benar menyelaraskan konsep Betawi tempo dulu.

      Melihat-lihat menu, SendokGarpu.com menemukan banyak masakan yang menarik dan beda dari masakan Betawi yang lain, salah satunya Tahu Sisksa, tahu kuning yang dicocol sambal hijau dan bumbu kacang, tahu ini sering disantap sambil menikmati acara layar tancap jaman dahulu. Gurame Pucung, biasanya ikan Gabus lah yang dipadu dengan bumbu Kluwek, namun Rumah Baba khusus membuat variasi ini kepada seluruh tamunya. Ada pula Nasi Goreng Rumah Baba, nasi goreng dengan porsi besar berisi paru, iso, daging, babat dan pete.

      Para tamu jangan heran melihat Sop Sumsum Sapi, tulang engkel sapi dihidangkan langsung di atas mangkuk. Cicip juga Nasi Ayam Lokio, ayam fillet dengan bumbu bawang Lokio yang sangat sedap rempahnya sangat terasa. Untuk menu lain, Rumah Baba juga memiliki Soto Tangkar, Nasi Goreng Teri, dan masih banyak lagi.

      “Kami banyak menerima tamu mancanegara yang bekerja di sekitar area perkantoran SCBD, mereka biasanya memesan sate ataupun sop buntut,” jelas Rustam Aji, Operasional Manager Rumah Baba. Masalah harga, Rumah Baba memanjakan penggemar masakan Indonesia dengan harga yang terjangkau, yakni Rp. dari Rp 20.000 – Rp 70.000. Pada jam makan siang dan makan malam, Rumah Baba adalah incaran pegawai-pegawai kantoran di sekitar SCBD.

      Resto berkapasitas 80 orang ini juga disertai dengan ruang meeting berkapasitas 12 orang dan wi-fi. Khusus untuk ruang meeting, tamu dikenakan minimal order Rp.500.000. Untuk yang malas keluar kantor namun ingin menjajal makanan Betawi khas Rumah Baba, jangan khawatir, resto ini juga mengadakan pelayanan delivery. Rumah Baba pun memliki lahan parkir yang luas. Jam buka mulai dari 10.30-22.00 untuk last order.

      PIlihan yang menarik bukan? Segera catat Rumah Baba ke dalam list resto Food Lovers ya! Dan satu hal yang perlu diketahui, resto Rumah Baba ini laris hanya berkat rekomendasi dari orang ke orang serta kekuatan social media. Rumah Baba dipasarkan lewat Facebook dan Twitter, walaupun hanya demikian, setiap bulan pengunjung Rumah Baba semakin meningkat.

    • TAGGED: rumah baba, resto betawi