• Home » Articles » Food
    • Tidak Hanya Cabai, Bunga pun Diracik Menjadi Sambal
    • 7 years ago by Ananda Putri Laras
    • 1510 Hits
    • temp

      courtesy of http://taleaboutnomad.com/2012/06/11/weekend-recipe-kalasan-style-fried-chicken-eggplant-tempe-green

      Dengan kelopak berwarna merah muda dan bentuk yang cantik ketika masih kuncup ataupun sudah mekar, Bunga Bongkot seringkali menipu banyak orang dengan parasnya. Bunga ini terlihat seperti anggota bunga-bunga potong lainnya yang sering digunakan sebagai bunga hias. Namun kenyataan di dapur sungguh berbeda, para ibu-ibu di Bali melestarikan tradisi membuat sambal dari bunga yang memiliki nama lain “Kecombrang” ini.

      Sambal Bongkot sangat khas di wilayah Buleleng, Bali. Baunya sangat unik seperti daun sirih, inilah yang memikat dari Bongkot sehingga nikmat diracik sebagai sambal. Bongkot mirip dengan tanaman hias pisang-pisangan, ia biasa dipadukan dengan rangkaian daun dan bunga-bunga lainnya sebagai hiasan, namun jika sudah tua akan terlihat mirip jahe, sehingga memiliki kegunaan sebagai bumbu.

      Bunga diolah menjadi sambal, sangat menarik karena pada umumnya racikan sambal berbahan dasar cabai. Orang Bali biasa menyebut pengolahan Bongkot dengan sebutan "dirajang". Merajang adalah aktivitas memotong tipis tipis secara sama, dalam seni masak Bali digunakan pisau yang besar dan agak tebal.

      Irisan Bongkot kemudian dicampur bawang merah, cabai rawit, garam dan terasi bakar. Remas sampai adonan menyatu, setelah itu tambahkan minyak kelapa dan perasan jeruk limau. Sambal Bongkot ini tepat untuk menemani lauk ayam atau ikan.

      Sambal Bongkot cocok dihidangkan sebagai peneman makanan yang dipanggang baik itu dari bahan ikan, unggas maupun daging lainnya. Pastikan bagian dalam bunga yang diolah menjadi sambal, tidak bercampur dengan kulitnya.

    • TAGGED: sambal, sambal bongkot, sambal kecombrang